Menu

Tips Memulai Bisnis Ternak Ayam Potong

Saat menjalankan bisnis, setiap pemain bisnis pasti akan memikirkan untung dan rugi. Salah satu peluang bisnis yang memiliki potensi menghasilkan laba adalah peternakan broiler. Tidak bisa dipungkiri jika untung dan rugi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari dunia bisnis. Meskipun selalu penuh dengan risiko yang tidak terduga, menurut Abbi Angkasa tidak ada halangan bagi pebisnis untuk selalu mencari peluang bisnis baru yang dapat membawa manfaat.

Dari mode, kuliner, barang cetakan hingga kandang yang sering dipilih oleh para pebisnis. Tetapi di antara berbagai perusahaan yang tersedia, tampaknya banyak milenium tidak mau fokus pada peternakan. Meski perusahaan ini menjanjikan. Salah satunya adalah perusahaan ayam.

Paling banyak dikonsumsi

Dibandingkan dengan jenis daging lainnya, dapat dikatakan bahwa ayam adalah jenis daging yang paling sering dimakan oleh orang Indonesia. Selain lebih murah, daging ayam juga disukai oleh gaya hidup yang berbeda dan semua kelompok umur, anak-anak hingga orang dewasa.

Dengan meningkatnya popularitas daging ayam, perusahaan ini akan memberi Anda sejumlah besar keuntungan sambil didukung dalam jangka panjang. Selain itu, ayam musim gugur tampaknya relatif lebih cepat dibandingkan dengan ayam asli.

Potongan ayam biasanya dapat dipanen dalam waktu 30 hari ketika beratnya 2 kg per hari. Sangat cepat, bukan? Meskipun kedengarannya sederhana dan menguntungkan, peternakan hewan sangat terkait dengan makhluk hidup, tetapi tentu saja tidak boleh ceroboh atau ceroboh dengan merawatnya. Beri tahu kami cara yang tepat untuk memulai bisnis ini sebelum Anda memutuskan untuk memulai bisnis burung sehingga Anda bisa mendapat untung.

1. Lokasi kandang

Ketika Anda memulai peternakan, Anda harus menyiapkan lahan yang cukup untuk menampung semua hewan ini. Tak terkecuali di peternakan broiler yang juga membutuhkan lahan untuk meletakkan kandang.

Saat memulai peternakan broiler, jenis kandang biasanya adalah jenis kandang panggung, lantai atau sampah. Setiap jenis kandang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang juga harus Anda pertimbangkan.

Misalnya, jenis kandang atau panggung akan cenderung lebih bersih karena memang kotoran yang dihasilkan oleh peternakan ayam langsung jatuh ke tanah. Namun, kandang panggung juga memiliki proses produksi yang rumit dan membutuhkan biaya yang lebih tinggi daripada kandang lantai.

Sebaliknya, untuk jenis bordeaux, meskipun lebih mudah diproduksi, pemeliharaannya lebih rumit, terutama yang berkaitan dengan penghapusan kotoran ayam yang mengendap. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih tempat yang tepat untuk kandang ayam Anda.

Pertama pastikan juga bahwa lokasi kandang tersebut jauh dari daerah perumahan dan dekat dengan sumber air. Kedua, memiliki akses ke kendaraan, terutama kendaraan roda dua. Ketiga, pastikan sirkulasi udara di dalam kandang memadai dan sesuai untuk usia ayam.

2. Pilihan benih

Untuk mendapatkan potongan ayam berkualitas baik, perhatikan benih yang dibeli. Biji unggul biasanya dapat dilihat dari bentuk tubuh bulat, jelas, mata jernih, hingga anus murni.

Perhatikan juga bahwa mata air tidak memiliki cacat sama sekali. Saat membeli benih, pembelian biasanya dilakukan dalam bentuk kotak dengan kapasitas 100 ekor ayam.

Saat Anda memulai peternakan broiler, jumlah ayam yang harus Anda beli tergantung pada ukuran kandang. Jangan khawatir, sehingga tidak banyak ayam mati dengan memperjuangkan makanan dan tidak terlalu kosong karena Anda memiliki tujuan untuk mencapai produksi daging.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *